Focus Group Discussion Penyiapan Bahan Usulan Pengembangan Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional telah melaksanakan kegiatan Fogus Group Discussion “Penyiapan Bahan Usulan Pengembangan Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang PPPM  Sekolah Tinggi Pertanahan Nasiona, pada hari Kamis, 12 Maret 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Pejabat Fungsional dan Tim Pengembangan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.

Beberapa  point pembahasan Pengembangan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Tahun 2020, meliputi :

  1. Perbaikan Borang dan Dokumen Kelengkapan Prodi Baru
  2. Perbaikan Borang dan Dokumen Pengusulan Nama Prodi Baru
  3. Penyiapan Borang dan Dokumen Kurikulum Prodi Baru
  4. Penyiapan usulan perubahan bentuk Perguruan Tinggi.

Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil memberikan pemaparan Judul materi : Kebijakan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Vokasi, Usulan Program Studi Baru dan Keprofesian.

  1. Indikator negara maju ialah lulusan pendidikan vokasi lebih tinggi daripada lulusan sarjana, dengan alasan lulusan pendidikan vokasi lebih siap untuk bekerja, dimana dalam pengajaranya lebih bnyak entang kerja lapang/ magang
  2. Peraturan terkait dengan Tugas dan Fungsi Ditjen Vokasi sesuai Permendikbud Nomor 45 tahun 2019
  3. Basis hukum kebijakan Merdeka Belajar : Kampus merdeka, dengan komponen sebagai berikut :
  4. Pembukaan program studi baru

Permendikbud no 7 tahun 2020 tentang pendirian prpdi baru, Permendikbud No.5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

  1. Sistem akreditasi perguruan tinggi

Permendikbud No.5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

  1. Perguruan tinggi negeri badan hukum

Permendikud No 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Perguruan Tinggi Negeri menjadi Perguruan Tinggi Negrri Badan Hukum, Permendikbud No. 6 tahun 2020

  1. Hak belajar semester tiga di luar studi

Permendibud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Note : Dosen menjadi pembimbing program magang

  1. UU No 12 Tahun 2020 bahwa semua perguruan tinggi kedinasan menjadi politeknik dan semua prodinya hasus vokasi
  2. Di usulkan minimal 3 prodi di PTN Vokasi, prodi lain yang boeh tersedia ialah boleh mengusulkan prodi lain (dengan nama lain) yang tidak ada di PTN umum
  3. Alasan prodi yang ada harus memiliki kekhasan yaitu ntuk memenuhi kebutuhan SDM yang ada di pusat (ATR/BPN) dan juga (ATR/BPN) di daerah
  4. Pembuatan prodi baru sesuai dengan tusi di lingkungan ATR/BPN dan yang selinear
  5. Hak mengambil mata kuliah di luar prodi dan perubahan desfinisi satuan

Arahan kebijakan baru :

  1. Perguruan tinggi wajib memberiks hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela
  • Dapat engambil sks d luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (40 sks)
  • Ditambah lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester

-Program magang mahasiswa di dampingi oleh pembimbing dan pembimbing harus paha SOP di tempat mahasiswa magang.

-Diadakan kualifikasi terkait dengan dosen yang menajdi pembimbing

-Mahasiswa boleh mengambil kegiatan di luar jam belajar dengan catatan belajar hal yang sama di berbagai tempat

  1. Pengusulan S1 Terapan, D1
  2. Syarat boleh melanjutkan studi dari D1 ke tingkat yang lebih tinggi ialah melampirkan sertifikat yang di akui yang di dapat dari hasil bekerja
  3. SDM yang dibutuhkan oleh PTN Vokasi : Dosen, teknisi/laboran, direktur
  4. Standar dosen di STPN/ PTN Vokasi : Sertifikat kompetensi sesuai dengan prodi yang diakui oleh lapangan pekerjaan, berlaku sama dengan teknisi/laboran
  5. Training untuk direktur ialah : Trainig CEO, Manajemen usaha untuk optimalisasi kinerja di kantor
  6. Syarat mitra industri/ tempat magang bagi PTN Vokasi :
  • Mitra prodi sanggup sama sama menyusun kurukilim prodi,
  • lapangan pekerjaan sanggup menjadi tempat magang mahasiswa
  • mitra sanggup tempat ikatan dinas atau penempatan kerja daripada seleksi mahasiswa saat magang
  1. PTN kedinasan harus ada Mou Kedinasan, sehingga menjadi tolak ukur ialah lulusan banyak terserap di lapangan kerja dengan gaji yang teruur (min UMR) dan dilengkapi dengan tracer studi..
  2. Pengembangan Vokasi dalam Jenjang Pendidikan :

D1, DII, DIII, Sarjana terpan, Profesi,  Magister Terapan, Doktor Terapan

(Pembukaan jenjang pendidikan sesuai dengan keinginan pasar)

  1. Pengembangan Vokasi dalam Jenjang Pendidikan :

D1, DII, DIII, Sarjana terpan, Profesi,  Magister Terapan, Doktor Terapan

(Pembukaan jenjang pendidikan sesuai dengan keinginan pasar)

  1. Konsekuensi reform pendidikan vokasi :
  • Semua lembaga pendidikan vokasi wajib memiliki mitra industri

(Diklat dosen, resource sharing, kurikulum, akreditasi, magang, penyeerapan lulusan)

Keuntungan :PTN Vokasi akan mendapatkan keringan membayar pajak

  • Status politeknik negeri diarahkan menjadi PTNBH, BLU
  • Politeknik diarahkan membuka program studi D4 MEMES (S1terapan dan dapat menyelenggarakan S2 terapan daln lainya)

(Kedepan pelaksanan kegiatan belajar mengajar wajib online (bahan ajar, uts, uas), kegiatan di kelas ialah diskusi)

  • Evaluasi lulusan Lembaga Pendidikan Vokasi adalah beberapa lulusan yang diterima di dunia industri dalam 1 tahun setelah lulus

(Dilakukan tracer study, lulusan diharapkan bekerja sesuai dengan bidangnya)

  • Mendorong dosen.teknisi untuk melakukan Upskaling serta penelitian agar mencapai guru besar dan mendukung pengembangan industri 4.0

(Para dosen didorong untuk melakukan penelitian terapan, inovatif

  • Mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas sarpras berstandar industri

(memanfaatkan anggaran yang  tersedia)

 Dan tanggapan pertanyaan dari peserta FGD sebagai berikut:

 

Ketua STPN

  • Apakah tidak mungkin kedepan  untuk bisa bergabung dengan mitra di luar dari ATR/BPN, dengan tugas utama sebagai pelayan digital (servis) dengan bidang  yang masih sesuai hanya dengan mitra yang lebih  beragam tapi masih berkaitan? Enterepeneur pertanahan
  • Harus tersedia mitra prodi, untuk enterepeneur pertanahan harus tersedia asosiasi yang berkaitan dengan enterepeneur pertanahan . Intinya harus ada jaminan lapangan kerja.  Dan harus ada krosceck dengan mitra dari enterepeneur

Kaprodi D4

  • Apakah program satu semerter di prodi lain haru ada kerjasama bagaimana dengan mata kuliah yang dilakukan kerjasama ? , harus kerjasama dengan perguran tinggi lain , dan 20 sks di luar di prodi.
  • Disiapkan form MoU dengan perguruan tinggi lain
  • Mata kuliah bebas di serahkan kepada mahasiswa dan d luar dari kompetensi mahasiswa yang bersangkutan
  • Apakah STPN fokus pada perguruan tinggi (prodi baru) atau di runah ke politeknik dulu ?
  • Lebih kepada Universitas

Bapak Yendi

  • Mahasiswa harus punya sertifikat yang bukan di keluarkan dari LSP dan diakui BNSP- kroscek )
  • Utamanya dosen harus memahami lapangan pekerjaan maka risterdikti menyarankan untuk mengikuti Tot, dan sertifikat itu sebagai bukti bahwa dosen memahami tentang SOP lapangan pekerjaan
  • Porsi poltiknek untuk sekarang ini – kroscek ?
  • Apakah dosen yang dulu sudah menjadi pegawai di kantor sudah dianggap sebagai dosen yang bersertifikat / pratisi ?
  • Sertifikasi dosen yang di maksud apaka serdos ?
  • Apakah ada contoh soal yang uraian soal terkait dengan online ? – Mengikuti soal CAT terlebih dahulu.
  • Kampus merdeka– kroscek ? – harus kerjasama dengan perguruan tinggi yang lain, dan harus mengarah pada mata kuliah yang memang berhubungan, dan mampu meningkatkan kualitas.

Bapak Supama

  • Evaluasi :
  • Alumni yang berhasil di bidang lain dan sukses apakah ini tidak menjadi kriteria penilaian ?
  • Bisa, namun harus mempeerhatikan dan memahami prodi nya, dalam hal ini kaitnya dengan lapagan kerja yang mungking di masuki
  • Bagaimana dosen yang melakukan penelitian di bidang lain (tidak aplikatif , bahasa dan lainnya)
  • Bisa, namun tetap harus berhubungan dengan penelitian yang aplikatif namun tetap dengan bidang kelimuannya.

Leave a Reply