Selamat datang di situs Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan
  • Perkecil ukuran huruf
Sejarah STPN

Tentang STPN

E-mail Print PDF

Status Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

STPN didirikan  berdasarkan Keputusan  Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 6  Tahun  1989 tanggal 1 April 1989 Akademi Agraria sebagai Perguruan Tinggi Agraria yang sebelumnya berada dalam naungan Deparetemen Dalam Negeri ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pertanahan Nasional. Selanjutnya dilakukan perubahan nama menjadi Akademi Pertanahan Nasional (APN) dengan Program Pendidikan Diploma III Pertanahan.

Kemudian dengan Surat Dirjen  Dikti/Depdikbud  No.  5618/D/T/1992 dan SK Kepala BPN Nomor  17  Tahun  1992 penyelenggaraan  Program Diploma III di APN diubah dan  ditingkatkan menjadi  Program  Diploma IV Pertanahan.  Maka  APN menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Kedinasan di Indonesia yang  menyelenggarakan  Program Diploma  IV Pertanahan. Tahun 1993 melalui Keputusan Presiden No. 25 Tahun 1993, APN ditingkatkan dan diintegrasikan ke dalam  Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dengan tetap melaksanakan  Program Pendidikan  Diploma IV Pertanahan, dengan dua jurusan yaitu Jurusan Manajemen Pertanahan dan Jurusan Perpetaan.


Lambang Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Berdasarkan Pasal 2 Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 43/KEP-34/VI/2009 tanggal 2 Juni 2009 tentang Lambang, Kop Surat, Stempel  Dinas dan Papan Nama Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, maka Lambang Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional adalah sebagai berikut:




(1) Bentuk Lambang Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah satu kesatuan gambar dan tulisan yang terdiri dari:

  1. gambar bunga teratai berkelopak lima simetris berwarna putih di dalamnya terdapat lambang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia; dan
  2. di bawah Lambang Badan Pertanahan Nasional Nasional Republik Indonesia terdapat gambar buku terbuka berwarna kuning menyembul serta sayap mengembang lebar ke samping simetris kiri kanan.

(2)   Makna lambang:

  1. bunga teratai berkelopak lima simetris berwarna putih ber­makna STPN berfungsi sebagai wahana menimba ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanahan berdasarkan Pancasila secara murni;
  2. buku, bunga dan sayap sebagai satu kesatuan mempunyai makna :
  3. buku terbuka berwarna kuning bermakna STPN bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanahan yang wajib dipahami oleh segenap sivitas akademika STPN;
  4. bunga sedang mekar dengan kuncup berwarna kuning menyembul bermakna kaderisasi/pengembangan sumber daya manusia yang profesional di bidang pertanahan;
  5. sayap mengembang lebar ke samping simetris kiri kanan bermakna kesiapan mengemban tugas Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

(3) Lambang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia bermakna sebagaimana diatur dalam ketentuan yang mengatur tentang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

d. Lambang STPN bermakna: STPN mendidik kader-kader pimpinan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia yang mampu me­ngemban pelaksanaan tugas Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia se­cara profesional berdasarkan Pancasila sehingga tanah benar­-benar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

(3)  Bentuk lambing …


Lagu Mars dan Hymne STPN

Guna memberikan motivasi dan semangat pengabdian para mahasiswa, maka telah ditetapkan lagu Mars dan Hymne STPN berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria/kepala  BPN No. 9 Tahun 1993 tanggal 12 Juni 1993 


Wawasan Almamater

Sesuai dengan perkembangan jaman dan peningkatan aspirasi masyarakat tentang  pendidikan, maka dalam melaksanakan Kebijaksanaan Dasar Pembangunan Pendidikan Tinggi  yang berstatus Kedinasan berpegang pada kerangka Pendidikan Tinggi jangka panjang yaitu kegiatan pendidikan tinggi harus dilaksanakan dengan tata cara pergaulan kekeluargaan bernapaskan Pancasila dan berdasarkan wawasan almamater.

Wawasan almamater adalah konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:

1.   Perguruan  Tinggi  benar-benar  merupakan  lembaga  ilmiah, sedangkan  kampus  harus benar-benar  merupakan  masyarakat ilmiah.

2.   Perguruan Tinggi dalam hal ini STPN sebagai almamater merupakan suatu kesatuan yang bulat dan mandiri di bawah pimpinan ketua sebagai pimpinan utamanya.

3.   Keempat unsur sivitas akademika yakni pengajar, karyawan administratif,  mahasiswa serta alumnus harus manunggal dengan almamater, berbakti kepadanya dan melalui  almamater mengabdi  kepada  rakyat, bangsa dan negara dengan jalan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi.

4.   Keempat unsur sivitas akademika tersebut bagi STPN sebagai Lembaga  Perguruan Tinggi Kedinasan dalam upaya menegakkan Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah dan kampus sebagai masyarakat ilmiah antara lain melaksanakan:

-  institusionalisasi

-  profesionalitas

Pengertiannya adalah sebagai berikut:

a.   Institusionalisasi adalah proses pembentukan institusi-institusi. Institusi adalah suatu proses atau kelompok yang sangat terorganisasi (ada spesifikasi yang  cermat daripada peranan  dan  hubungan antar  peranan yang dilakukan), dan mantap.

b.   Profesionalisme adalah proses pemantapan profesi, dimana yang dimaksud  profesi  bukan sekedar pekerjaan  atau vocation,  melainkan merupakan vocasi yang khusus, yang mempunyai ciri expertise (keahlian), responsibility (tanggung jawab), dan corporateness (kesejawatan).


LAST_UPDATED2
 

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang telah cukup lama hadir di Indonesia dan telah meluluskan dalam bilangan ribuan mahasiswa yang kini tersebar di seluruh tanah air. Keberadaan STPN yang memiliki sejarah panjang sebagai Perguruan Tinggi sejak tahun 1963 dengan nama Akademi Agraria, maka dapat digolongkan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia


Bila melihat dari kekhususan substansi pendidikannya yaitu Pendidikan Tinggi Pertanahan maka STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan pertanahan secara terpadu, menekuni kekhususan bidang tersebut dan berusaha mengembangkannya sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan mandiri.

Lahirnya Akademi Agraria pada tahun 1963 yang merupakan cikal bakal STPN tidak dapat dipisahkan dengan lahirnya UUPA tahun 1960 yang membawa perubahan besar dalam hukum pertanahan yang berlaku di Indonesia. Ada lima misi utama yang dibawa dengan lahirnya UUPA tersebut yaitu:
1. Perombakan Hukum Agraria
2. Pelaksanaan Landreform
3. Penataan Penggunaan Tanah
4. Likuidasi hak-hak asing dalam bidang Agraria
5. Penghapusan sisa-sisa feodal dalam bidang agraria

Untuk dapat melaksanakan tugas berat tersebut maka diperlukan lebih banyak tenaga-tenaga ahli dan profesional yang mampu menangani dan mengelola tugas bidang pertanahan. Tenaga ahli dan profesional yang dimaksud disini adalah tenaga yang mempunyai kecakapan, kemahiran dan keterampilan untuk membina, mengembangkan dan atau melaksanakan tugas-tugas yang berkenaan dengan pengaturan penggunaan tanah, pengaturan penataan kembali penguasaan dan pemilikan tanah, pengaturan pendaftaran hak untuk mencapai kepastian hak dan pengaturan administrasi pertanahan baik di pusat maupun daerah disamping memiliki integritas kepribadian yang tinggi.

Oleh karena itu, Akademi Agraria yang kemudian dirubah menjadi Akademi Pertanahan Nasional terus ditingkatkan dan dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional yang menetapkan program pendidikannya secara konsisten berupa program pendidikan keahlian...(sumber: Profil STPN)


 


Berita Terkini

Pengumuman Peserta Lulus Ujian Tulis Penerimaan Calon Taruna Program Diploma I PPK STPN 2014

Rabu, 23 Juli 2014 | Administrator

Berdasarkan Keputusan Ketua STPN Nomor : 576/KEP-800.35/VII/2014 tentang Penetapan Peserta Lulus Ujian Tulis Penerimaan Calon Taruna Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Tahun Akademik...
Baca

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Peserta Didik Program Prodiksus PPAT STPN Angkatan III Tahun 2014

Sabtu, 05 Juli 2014 | Administrator

Sesuai dengan Keputusan Ketua STPN Nomor : 533/KEP.800.44/VII/2014 Tanggal 03 Juli 2014 Tentang Penetapan Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Peserta Didik Program Pendidikan...
Baca


Opini Anda

Informasi Apa yang ingin anda peroleh dari situs ini?
 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini673
mod_vvisit_counterKemarin953
mod_vvisit_counterMinggu ini2389
mod_vvisit_counterMinggu kemarin5475
mod_vvisit_counterBulan ini1626
mod_vvisit_counterBulan kemarin24212
mod_vvisit_counterSeluruhnya1377490
site statistics