Bedah Kasus Pertanahan dengan Tema “Penanganan Mafia Tanah”

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional telah melaksanakan kegiatan Bedah Kasus Pertanahan dengan tema “Penanganan Mafia Tanah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Desember 2019 bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STPN, Bapak Beja, S.H., M. H. Li., CTL., Pembantu Ketua I, II Dan III, Bapak/Ibu Pejabat Fungsional, Bapak/Ibu Dosen Dan Taruna STPN. Dr. Ir. Senthot Sudirman M. S. memberikan sambutan “pengalaman empires bagi penegak hukum terutama bagi bapak/Ibu dosen yang berkaitan dengan Hukum Pertanahan”. Bapak Beja, S.H., M. H. Li., CTL. sebagai narasumber menyampaikan materi dengan tema “Penanganan Mafia Tanah” mafia tanah masih menjadi permasalah yang dihadapi baik pemerintah dan masyarakat. Mafia Tanah masih menjadi penyebab maraknya sengketa tanah, sengketa tanah yang diakibatkan oleh mafia tanah akan menimbulkan kasus pertanahan.
Beberapa dampak mafia tanah antara lain :
• Menghambat Pembangunan dengan berbagai dalih dan cara seperti mengajukan gugatan Ke PN tentang suatu obyek bidang tanah proyek pembangunan.
•Menghambat Inverstor
• Kepastian hukum yang mahal baik bagi individu, Kelompok, atau badan hukum.
• Menimbulkan kerugian bagi korbannya.

Modus operandi yang biasa digunakan:
a. Penggunaan Surat hak-hak tanah yang dipalsukan.
b. Pemalsuan Warkah
c. Pemberian keterangan palsu
d. Pemalsuan surat
e. Jual beli fiktif
f. Penipuan atau penggelapan
g. Sewa menyewa
h. Menggugat kepemilikan tanah
I. Menguasai tanah ala preman

Leave a Reply