Pelatihan Bahasa Inggris di Pusat Pelatihan Bahasa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Tahun 2016

Peningkatan kemampuan SDM Kementerian ATR/BPN di STPN antara lain dilakukan melalui peningkatan kemampuan ber-Bahasa Inggris terhadap sivitas akademika-nya. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi globalisasi termasuk dalam kaitan dengan pemberlakuan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sejak Tahun Akademik 2012/2013, STPN sudah memberlakukan persyaratan kelulusan mahasiswa dengan skor yang ditentukan. Berdasarkan Edaran Ketua STPN No. 641/SE-800.40/VII/2013, skor TOEFL bagi calon lulusan STPN minimal 400, yang diberlakukan terhadap mahasiswa yang terdaftar mulai Tahun Akademik 2010/2011 s/d 2013/2014. Pada tahun 2016 ini, adalah mahasiswa angkatan terakhir yang harus mencapai skor TOEFL 400. Selanjutnya berdasarkan SK Ketua STPN No.064/KEP-800.41/I/2015, bagi mahasiswa yang terdaftar mulai Tahun Akademik 2014/2015 s/d 2016/2017, harus mencapai skor TOEFL minimal 450 untuk bisa menyelesaikan studinya di STPN. Rencananya terhitung mulai mahasiswa yang terdaftar mulai Tahun Akademik 2017/2018 dan seterusnya, mereka harus mencapai skor TOEFL 500 sebelum lulus dari STPN.

Berkaitan dengan persyaratan skor TOEFL tersebut, setiap tahun Pusat Pelatihan Bahasa STPN (PPB-STPN) bekerjasama dengan Lembaga Pusat Pelatihan Bahasa yang berlisensi TOEFL di Yogyakarta, melakukan kerjasama pelatihan Bahasa Inggris bagi mahasiswa maupun Dosen dan Karyawan. Bagi Dosen dan Karyawan, skor TOEFL ini dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan Bahasa Inggris-nya, terlebih bagi mereka yang ingin melanjutkan studinya pada pendidikan yang lebih tinggi seperti S2 dan S3. Terkait dengan hal tersebut di atas, pada tahun 2016, PPB menyelenggarakan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris yang terdiri dari :

Penyelenggaraan Tes Simulasi atau Prediksi TOEFL ITP bagi mahasiswa Tingkat I, II, dan III;
Pelatihan TOEFL ITP Preparation bagi mahasiswa Tingkat III;
Pelatihan TOEFL ITP Preparation bagi Dosen dan Karyawan;
Pelatihan Academic Writing bagi Dosen/Karyawan;
Pelatihan Conversation bagi mahasiswa Tingkat I/II.
Kelima kegiatan tersebut berlangsung mulai bulan Januari dan akan berakhir pada bulan Maret 2016 di Laboratorium Bahasa Lantai 1 dan Lantai 3 Gedung Laboratorium.

Berikut adalah gambaran data tentang perkembangan hasil Tes TOEFL mahasiswa setelah diberlakukannya syarat skor TOEFL minimum, mulai Tahun 2012/2013 s/d 2014/2015.

Tahun AkademikJumlah Peserta
Tes TOEFL
Jumlah Lulus
Tes TOEFL
%
Lulus
Jumlah Tidak Lulus Tes TOEFL%
Tidak Lulus
2012/201378 mhs67 mhs86 %11 Mhs14 %
2013/201479 mhs78 mhs99 %1 Mhs1 %
2014/201580 mhs77 mhs96 %3 Mhs4 %

Bagi mahasiswa yang belum lulus pada saat Tes TOEFL, diberi kesempatan untuk mengikuti Tes TOEFL sendiri di luar STPN pada Lembaga Pusat Pelatihan Bahasa yang ber-lisensi TOEFL.

Leave a Reply