Percepatan Pendaftaran Tanah dan Problem Asisten Surveyor Pertanahan di Indonesia

Pada hari kamis tanggal 18 Februari 2016 dilaksanakan Lingkar Belajar Bersama Reforma Agraria (LIBBRA) yang merupakan kegiatan rutin Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM STPN). LIBBRA kali ini mengambil tajuk Percepatan Pendaftaran Tanah dan Problem Asisten Surveyor Pertanahan di Indonesia (Mencari Alternatif Solusi). Pada LIBBRA kesempatan kali ini PPPM STPN menghadirkan 4 narasumber dari kalangan birokrasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN dan dari Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) yaitu Ir. Tjahjo Widianto, MSc., M.H., Ir. Virgo Erestajaya, M.Eng.Sc, Ir. Iwan Taruna Isa, MURP dan Drs. Gunawan Muhammad, MPA. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Dosen-Dosen STPN, Kepala-Kepala Seksi SPP di DIY dan Jawa Tengah, perwakilan surveyor berlisensi serta taruna Diploma IV Pertanahan STPN. Hasil dari diskusi yang telah dilakukan antara lain adalah :

  1. Perlunya penyiapan anggaran yang memadai untuk kegiatan pengukuran dan pemetaan,
  2. Memperkuat peran surveyor berlisensi dengan memperkuat aturan yang ada menjadi PERPRES tentang surveyor berlisensi,
  3. Penambahan jumlah SDM petugas ukur baik PNS dan swasta dengan lebih melibatkan pihak swasta dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan kadastral,
  4. Perlunya analisis beban kerja secara periodik di setiap kantor pertanahan untuk menentukan proporsi pekerjaan yang sebaiknya diserahkan kepada surveyor berlisensi,
  5. Perlunya DIKLAT untuk peningkatan kompetensi yang melibatkan sekolah kejuruan, perguruan tinggi,
  6. Pemberdayaan pensiunan petugas ukur dalam mengejar kebutuhan tenaga ukur, dan
  7. Keterlibatan peran swasta secara lebih luas baik kewenangan dan kegiatannya dalam membackup pekerjaan pengukuran dan pemetaan kadastral.

Leave a Reply