Seminar Nasional Pertanahan

Kamis, 21 Desember 2017 bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional telah dilaksanakan Seminar Nasional Pertanahan dengan tema “Percepatan Pendaftaran Tanah di Indonesia (Tantangan Pelaksanaan PTSL dan Respon Solusinya)”. Seminar dibuka oleh Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng. Sc selaku Dirjend Infrastruktur Keagrariaan Kementrian ATR/BPN. Sesi 1 Seminar Nasional Pertanahan bertindak sebagai pembicara antara lain: Ir. Gabriel Triwibawa, M.Eng.Sc. , Drs. Pelopor, M.Eng.Sc. , Ir. H. Ratmono, M.Si. , Bpk. Gunawan dan Rofiq Laksamana, SH, M.Eng.Sc. dan moderator Dr. Sutaryono, S.Si, M.Si. Kesimpulan Sesi 1 Seminar Nasional Pertanahan :

  1. PTSL merupakan implementasi atas mandat Undang-Undang untuk secepatnya mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah di seluruh wilayah Indonesia;
  2. Agar terhindar dari permasalahan, maka kegiatan PTSL harus dilakukan sesuai dengan tahapan, proses, dan aturan-aturan yang telah ditetapkan;
  3. Perlu dilakukan reforma agraria dalam menindaklanjuti sertipikat tanah agar lebih bernilai sebagai upaya mensejahterakan masyarakat,
  4. Untuk melancarkan kegiatan PTSL, diperlukan kerjasama, koordinasi, dan kebijakan pemimpin dalam lingkup internal Kementrian ATR/BPN maupun pihak eksternal;
  5. Faktor yang menentukan keberhasilan pendaftaran tanah: SDM, regulasi, infrastruktur, anggaran, dan sinergisme kelembagaan.

Sesi 2 Seminar Nasional Pertanahan bertindak sebagai pembicara antara lain: Ir. Raden Rudi Prayitno, MH. , Drs. Dalu Agung Darmawan, M.Si. , Ir. Alim Bastian, MM. , Agustyarsyah, S.Si.T., M.Si. , Ir. Leo Pantimena, M.Sc. dan moderator Bambang Suyudi, ST, MT. Kesimpulan Sesi 2 Seminar Nasional Pertanahan :

  1. Dalam mendukung suksesnya PTSL perlu adanya mengenal karakteristik daerah masing-masing untuk mengetahui solusi yang tepat terhadap kendala yang dihadapi;
  2. Koordinasi antar sektor adalah hal yang penting dalam mencapai suksesnya pelaksanaan PTSL;
  3. Pelaksanaan PTSL tidak seharusnya mengganggu kegiatan rutin di BPN, perlu adanya peran aktif ASN dalam menciptakan inovasi-inovasi sesuai dengan kendala yang dihadapi;
  4. Perlu adanya dukungan anggaran dan sarana prasarana untuk mensukseskan PTSL;
  5. KJSKB dan perusahaan swasta hendaknya lebih profesional dalam membantu melaksanakan kegiatan PTSL.

Leave a Reply