Kuliah Umum Peran Surveyor Berlisensi Dalam Membangun Land Administration Berkelas Dunia

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menyelenggarakan kuliah umum bersama Loedi Ratrianto, S.T (Ketua Masyarakat Ahli Survey Kadaster Indonesia/MASKI). Tema yang diangkat dalam kuliah umum kali ini adalah “Peran Surveyor Berlisensi dalam Membangun Land Administration Berkelas Dunia”.

Dalam kesempatan tersebut Loedi Ratrianto, S.T menyampaikan pentingnya dan tujuan dari land administration. Land administration merupakan bagian dari administrasi negara, karena administrasi pertanahan merupakan upaya pemerintah dalam menyelenggarakan kebijaksanaan di bidang pertanahan yang pelaksanaannya dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tujuan dari land adminstration adalah menjamin kepastian hukum oleh Pemerintah dengan diadakan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Dalam pemaparannnya disampaikan pula tugas, kewenangan, dan kualifikasi surveyor berlisensi. Dengan peran surveyor berlisensi diharapkan dapat:

  1. Mendatakan seluruh bidang tanah, yang mana ini juga salah satu syarat.
  2. Mewujudkan RDTR di seluruh wilayah untuk memaksimalkan pemanfaatan dan pengendalian ruang.
  3. Meningkatkan standar kompetensi SDM menuju birokrasi standar dunia.
  4. Membangun pusat informasi pertanahan dan tata ruang berbasis teknologi informasi dengan inovasi dan kolaborasi, yang mana sekarang sudah melayani pelayanan online.
  5. Mewujudkan Kantor Layanan Modern Berstandar Dunia dengan memberikan produk dan layanan pertanahan dan Tata Ruang secara elektronik.
  6. Meningkatkan Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) 10 kali lipat dengan layanan informasi pertanahan dan tata ruang sebagai basis penerimaan negara.
  7. Menuju penerapan sistem pendaftaran tanah stelsel positif atau asuransi pertanahan untuk mengatasi kerugian masyarakat akibat sengketa pertanahan.

Kuliah umum tersebut dilaksanakan pada 19 Nopember 2021 secara luring dan daring bertempat di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN. Kegiatan  tersebut diikuti oleh Dosen dan Taruna Diploma IV Pertanahan Semester I sebanyak 330 orang (Umum dan TB), Semester III sebanyak 280 orang (Umum dan TB), Semester V sebanyak 186 orang (Umum), dan Semester VII sebanyak 43 orang(TB) .  Peserta dari taruna meliputi taruna yang berasal dari tugas belajar (TB) maupun taruna dari jalur umum.

Narasumber dari instrustri pengukuran dan pemetaan dimaksudkan agar para tarna yang berasal dari jalur umum tidak hanya berorientasi ingin menjadi PNS atau P3K, namun mereka diberikan wawasan pentingnya peluang lapangan pekerjaan di luar PNS dan P3K di Maksud.

Leave a Reply