Pemaparan Hasil Penelitian Prospek Pengembangan Reforma Agraria Berbasis Potensi Wilayah Desa dan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Di 9 (Sembilan) Kalurahan/Desa di Kabupaten Gunung Kidul

Rangkaian penelitian dosen dilakukan untuk menggali prospek pembangunan reforma agraria di 9 (sembilan) wilayah kalurahan/desa di Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan sistem pengembangan reforma agraria berbasis potensi wilayah desa/kalurahan guna meningkatkan kesejahteraan (social welfare) masyarakatnya. Pola pengembangan reforma agraria berbasis potensi wilayah desa/kaluarahan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa fakta menunjukkan bahwa tanah dan potensi lainnya termasuk sumberdaya manusia ada di wilayah administrasi desa/kalurahan. Oleh karena itu, Ketua STPN berkeyakinan pembangunan reforma agraria untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang paling rasional dan dapat segera diwujudkan adalah pengembangan RA dari tingkat desa/kalurahan.

Untuk memastikan usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat desa/kalurahan adalah dengan cara menemu-kenali terlebih dahulu potensi sumberdaya desa/keluarahan baik sumberdaya fisik maupun yang non fisik, termasuk di dalamnya bentuk-bentuk usaha masyarakat yang telah ada. Di samping pendataan potensi juga dilakukan inventarisasi dan analisis mengenai kendala yang ada dan berkemungkinan dapat menghambat jalannya usaha yang akan dibangun dan dikembangkan. Berdasarkan kedua informasi tersebut dilakukan perumusan bersama antara STPN dengan pamong dan tokoh masyarakat desa/kalurahan jenis-jenis potensi usaha/bisnis yang dapat dibangun dan dikembangkan. Cara ini mengahasilkan kesepakatan action plan program kegiatan dan usaha serta prioritasnya yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan warga desa didampingi oleh Tim dari STPN, termasuk pendampingan kepada para pihak untuk menjadi pendamping yang lain.  Para pihak yang dimaksud adalah dinas-dinas terkait di Pemkab. Gunung Kidul, perguruan tinggi lain seperti UGM, dan yang lain yang memiliki fakultas yang berkaitan dengan kepentingan pengembangan usaha di desa.

Kegiatan tersebut telah dilakukan oleh STPN sampai dengan presentasi temuan penelitian dan penyusunan action plan pengembangan potensi desa/kalurahan kepada para pejabat desa meliputi pamong desa, para kepala padukuhan, ketua RW dan ketua RT serta tokoh masyarakat. Agar dapat diikuti secara lebih rinci pada kesempatan ini dipresentasikan tentang hal-hal yang disuarakan tersebut untuk kegiatan penelitian dan penyusunan action plan di Kalurahan Kemadang, Kecamatan Tanjungsari,  Kabupaten Gunungkidul.

Pada Rabu, 17 November 2021 dilaksanakan kegiatan pemaparan hasil penelitian dan pendampingan pemberdayaan masyarakat di Balai Kalurahan Kemadang. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dari STPN yang terdiri dari Ketua STPN, beberapa dosen, dan pegawai STPN dengan menghadirkan seluruh perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga Kalurahan Kemadang. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan hasil penelitian mengenai pengembangan reforma agraria berdasarkan potensi wilayah yang dimiliki Kalurahan Kemadang. Dalam pemaparan tersebut, Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. menyampaikan strategi dalam rangka membangkitkan semangat masyarakat desa agar dapat tumbuh menjadi masyarakat yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera berdasarkan potensi wilayah yang dimiliki. Lebih lanjut, Ketua STPN juga mendorong agar Desa Kemadang dapat menjadi laboratorium desa (desa percontohan/desa binaan STPN) dan menjadi desa digital yang diawali dengan membangun Sistem Informasi Pertanahan Desa dengan standar nasional dan bahkan bersandar dunia. Pihak Kalurahan Kemadang menunjukan antusiasme yang tinggi terkait dengan hasil penelitian yang telah dilakukan dan menghendaki agar hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi kalurahan karena selama ini mereka belum pernah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap data potensi yang dimiliki. Penyusunan action plan pembangunan dan pengembangan RA berbasis potensi desa disiapkan dan dipaparkan oleh STPN selanjutnya di bahas bersama untuk menjadi program desa.

Berdasarkan kondisi wilayah dan potensi yang dimiliki Desa Kemadang maka action plan yang bisa ditawarkan antara lain:

  1. Pengembangan integrated tourism, dimana lokasi-lokasi pariwisata dijadikan pasar bagi produk-produk unggulan setempat yang meliputi produk pertanian termasuk tanaman hias, peternakan, perikanan, industri rumah tangga, kerajinan, kesenian dan budaya, dan sebagainya;
  2. Pengembangan budidaya perikanan tangkap dan perikanan budidaya di sekitar sumber-sumber mata air/tepi laut;
  3. Pengembangan pertanian tanaman pangan, tanaman hias, hortikultura, buah-buahan;
  4. Pengembangan peternakan melalui sistem integrated farming yaitu adanya proses saling mengisi dan membutuhkan antar peternakan dan pertanian serta energi biogas.

Acara berikutnya adalah bincang pertanahan dimana masyarakat dapat mengajukan pertanyaan seputar permasalahan pertanahan yang dihadapi. Acara berjalan secara interaktif dengan pertanyaan didominasi oleh permasalahan alas hak yang pada umumnya belum dimiliki oleh masyarakat sehingga tentunya akan menjadi sumber kendala dalam proses pensertipikatan tanah untuk pertama kali. Tim dari STPN yang dikomandai oleh Bapak Sarjita, S.H., M.Hum. memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang dialami masyarakat tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman (mangga, kelengkeng, dan alpukat) serta pupuk organik dari STPN secara simbolis serta penanaman pohon kelengkeng di halaman Balai Kalurahan Kemadang oleh Ketua STPN disaksikan oleh seluruh peserta yang hadir. Rangkaian kegiatan serupa juga dilaksanakan di 8 (delapan) kalurahan lain di Gunungkidul yaitu Girikarto, Kanigoro, Pucung, Jepitu, Bejiharjo, Candirejo, Tepus, serta Nglanggeran.

Melalui pola pengembangan RA berbasis potensi desa ini lah diharapkan upaya peningkatan kesejahteraan secara lebih cepat dan lebih nyata dapat segera diwujudkan, semoga Alloh SWT meridloi kita semua, Aamiin YRA.

Leave a Reply