Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia Di Kampus Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Yogyakarta – Jumat (26/08/2022) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) yang bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). MoU ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Ir. Himawan Arief Sugoto, M.T. dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia Dr. Phil. Endricus Andy Simarmata, S.T., M.Si

.

Ketua STPN, Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. dalam sambutannya menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi STPN dipercaya untuk melaksanakan acara yang sangat penting dan menentukan nasib penataan ruang ke depan. Hal ini berkaitan dengan kelancaran investasi karena penataan ruang menjadi basis perizinan berusaha. “Kami berharap MoU segera ditindaklanjuti dan membawa kemajuan bangsa dan negara Indonesia.”

 

Sambutan yang kedua diberikan oleh Ketua Umum IAP Dr. Phil. Endricus Andy Simarmata, S.T., M.Si. yang menyampaikan bahwa hubungan antara ATR dengan IAP sudah terjalin sejak 2010. Dengan adanya MoU diharapkan dapat menggerakkan SDM IAP di daerah dan Kanwil BPN dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan IAP yang ada di provinsi. “Kami juga mengusulkan ada kelompok kerja (Pokja) bersama antara Kementerian ATR/BPN dengan IAP dengan tujuan dapat mewujudkan tujuan penataan ruang.”

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir. Gabriel Triwibawa, M.Eng.Sc. menyampaikan bahwa tujuan dari penandatanganan MoU ini untuk mengingatkan dan merawat idealisme bahwa bumi yang menjadi rumah kita bersama harus dirawat. “Saya melihat profesional di bidang planologi adalah profesional yang bertugas menyiapkan kehidupan baru/masa datang. Berbeda dengan pertanahan yang sehari-hari memotret kondisi eksisting. Sesungguhnya profesi planologi ini merupakan profesi yang nantinya akan ditagih untuk mewujudkan bumi di masa depan yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan.”

 

Dr. Ir. Budi Situmorang, MURP., Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN dalam sambutannya menyampaikan “Pengendalian pemanfaatan ruang saat ini belum memasyarakat. Diharapkan pengendalian pemanfaatan ruang juga memiliki peran kita seperti tata ruang as a single reference, paling tidak banyak pihak sepaham. Untuk menjadi kuat perlu kerjasama ini. Kita akan membuat pilot project, menyusun tata ruang berbasis bidang tanah. Terdapat beberapa wilayah yang data sistemnya sudah lengkap, sehingga bisa sama-sama bekerja.”

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Ir. Himawan Arief Sugoto, M.T.  menyampaikan apresiasi tujuan dari MoU yang antara lain membangun sinergi penataan ruang, kajian pengambilan kebijakan, dan pengembangan kompetensi  SDM. Disampaikan pula bahwa perencanaan besar pembangunan Indonesia harus dibuat dengan bagus. Sebagai perwujudan misi Indonesia Emas 2045, perlu percepatan RDTR karena merupakan pintu masuk kegiatan berusaha. Hal tersebut dapat terwujud dengan kolaborasi Kementerian ATR dan IAP. “Semoga bisa meningkatkan sinergi terutama dalam kualitas dan kuantitas dalam perencanaan dan penataan ruang di Indonesia”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Staf Ahli Bidang Hukum Agraria, Ketua STPN, Ketua IAP, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sejumlah undangan dari Kementerian ATR/BPN dan IAP.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian cinderamata dan foto bersama.

Leave a Reply