Penyuluhan dan Klinik Konsultasi Pertanahan dalam rangka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat PPPM-STPN

Pada hari Senin dan Selasa tanggal 8-9 Agustus 2022, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Penyuluhan dan Klinik Konsultasi Pertanahan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 3 (tiga) lokasi bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Sitimulyo dan Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul serta Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan tim dosen STPN yang bertindak sebagai narasumber dengan berbagai bidang keahlian baik hukum dan administrasi, fisik dan keruangan, serta sosial ekonomi dan budaya. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran aktif para dosen STPN dalam rangka turut mendukung penguatan kapasitas/ pemberdayaan warga masyarakat di desa melalui transfer pengetahuan dan pemecahan berbagai permasalahan pertanahan aktual yang dihadapi”, demikian disampaikan oleh Kepala PPPM Dr. Widhiana H. Puri, S.H., M.H. dalam sambutannya di Desa Srimulyo.

Kegiatan pada hari pertama berupa penyuluhan pertanahan dengan fokus pada berbagai materi pertanahan. Beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan penyuluhan pertanahan diantaranya meliputi waris, jual beli, persyaratan pendaftaran tanah (pembuatan sertipikat), Tanah Kas Desa (TKD), Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), ijin perubahan penggunaan tanah (pengeringan sawah), serta penyelesaian sengketa, konflik, dan perkara pertanahan. Hal-hal tersebut sangat dekat dengan permasalahan pertanahan yang setiap hari dihadapi oleh warga masyarakat. Kegiatan hari pertama ini diikuti oleh masing-masing 25 (dua puluh lima) orang peserta warga desa yang terdiri dari para aparat desa seperti kepala desa, sekretaris desa, para kepala urusan, serta para kepala dusun di lingkungan desa di 3 lokasi tersebut. Pada sesi diskusi, terlihat antusiasme para peserta yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang masuk terhadap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Pada hari kedua, pelaksanaan kegiatan klinik konsultasi pertanahan di 3 (tiga) desa berjalan dengan lancar. Sejak pagi hari, bahkan sebelum stand klinik konsultasi pertananahan di buka terlihat antrian warga masyarakat yang ingin berkonsultasi terutama di Desa Sitimulyo. Di Desa Jogotirto, antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh warga setempat yang berprofesi sebagai petani, namun tampak juga aparat TNI yang turut hadir menyampaikan pemasalahannya. Di Desa Srimulyo, stan klinik konsultasi pertanahan tidak hanya dikunjungi oleh bapak-bapak, namun juga seorang ibu-ibu yang rela datang pagi-pagi setelah dari puskesmas untuk meminta solusi atas permasalahan pertanahan yang dihadapinya. Kegiatan ini telah mendekatkan bidang pertanahan khususnya Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional kepada masyarakat sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di masyarakat.

Pada hari Senin dan Selasa tanggal 8-9 Agustus 2022, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Penyuluhan dan Klinik Konsultasi Pertanahan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 3 (tiga) lokasi bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Sitimulyo dan Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul serta Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan tim dosen STPN yang bertindak sebagai narasumber dengan berbagai bidang keahlian baik hukum dan administrasi, fisik dan keruangan, serta sosial ekonomi dan budaya. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran aktif para dosen STPN dalam rangka turut mendukung penguatan kapasitas/ pemberdayaan warga masyarakat di desa melalui transfer pengetahuan dan pemecahan berbagai permasalahan pertanahan aktual yang dihadapi”, demikian disampaikan oleh Kepala PPPM Dr. Widhiana H. Puri, S.H., M.H. dalam sambutannya di Desa Srimulyo.

Kegiatan pada hari pertama berupa penyuluhan pertanahan dengan fokus pada berbagai materi pertanahan. Beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan penyuluhan pertanahan diantaranya meliputi waris, jual beli, persyaratan pendaftaran tanah (pembuatan sertipikat), Tanah Kas Desa (TKD), Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), ijin perubahan penggunaan tanah (pengeringan sawah), serta penyelesaian sengketa, konflik, dan perkara pertanahan. Hal-hal tersebut sangat dekat dengan permasalahan pertanahan yang setiap hari dihadapi oleh warga masyarakat. Kegiatan hari pertama ini diikuti oleh masing-masing 25 (dua puluh lima) orang peserta warga desa yang terdiri dari para aparat desa seperti kepala desa, sekretaris desa, para kepala urusan, serta para kepala dusun di lingkungan desa di 3 lokasi tersebut. Pada sesi diskusi, terlihat antusiasme para peserta yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang masuk terhadap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Pada hari kedua, pelaksanaan kegiatan klinik konsultasi pertanahan di 3 (tiga) desa berjalan dengan lancar. Sejak pagi hari, bahkan sebelum stand klinik konsultasi pertananahan di buka terlihat antrian warga masyarakat yang ingin berkonsultasi terutama di Desa Sitimulyo. Di Desa Jogotirto, antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh warga setempat yang berprofesi sebagai petani, namun tampak juga aparat TNI yang turut hadir menyampaikan pemasalahannya. Di Desa Srimulyo, stan klinik konsultasi pertanahan tidak hanya dikunjungi oleh bapak-bapak, namun juga seorang ibu-ibu yang rela datang pagi-pagi setelah dari puskesmas untuk meminta solusi atas permasalahan pertanahan yang dihadapinya. Kegiatan ini telah mendekatkan bidang pertanahan khususnya Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional kepada masyarakat sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di masyarakat.

Leave a Reply