Yudisium D IV Pertanahan STPN tahun akademik 2020/2021

Yudisium D IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
                  Yudisium D IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional


Pada hari Jumat, 27 Agustus 2021 bertempat di Pendopo Sasana Widya Bhumi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
(STPN), telah dilaksanakan kegiatan Yudisium Program Studi Diploma IV Pertanahan. Kegiatan Yudisium yang dimulai pukul 13:30 WIB dilaksanakan secara daring dan luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Acara yudisium dihadiri oleh Ketua STPN, Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S., Senat STPN, Para Pembantu Ketua, Kaprodi Diploma IV Pertanahan, Kaprodi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Bapak/Ibu Dosen, Pejabat Fungsional, dan seluruh yudisiawan STPN Yogyakarta. Kegiatan yudisium diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Tuluswati, S.H.

Yudisium Program Studi Diploma IV Pertanahan ini diikuti oleh  83 (delapan puluh tiga) Taruna terdiri dari Taruna angkatan 2016 berjumlah 4 (empat) orang dan angkatan 2017 berjumlah 79 (tujuh puluh sembilan) orang. Pada yudisium tahun akademik 2020/2021 ini, STPN berbangga dengan perolehan “Pujian” 21 (dua puluh satu) orang dan berpredikat “Sangat Memuaskan” 62 (enam puluh dua) orang.

Peserta Yudisium yang memiliki IPK tertinggi dari Konsentrasi Pemetaan adalah Fajar Buyung Permadi berasal dari Provinsi Kalimantan Timur sedangkan dari Konsentrasi Manajemen Pertanahan adalah Wasyilatul Jannah berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Hesty Wahyuni berasal dari Provinsi Sumatera Barat.

Pada kesempatan ini, Ketua STPN memberikan amanat bagi para yudisiawan untuk selalu belajar dan mengembangkan diri. Beliau menyampaikan rasa bangga atas raihan dari para yudisiawan baik dari segi akademis maupun dari segi pengasuhan atau pendidikan karakter. Beliau berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater dan menjadi agen perubahan, dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang kurang baik menjadi baik, dan menjadi agen perubahan di masyarakat sehingga selalu memberikan kontribusi yang baik.

 

Leave a Reply