Diskusi Telaah Yuridis Alat Bukti Elektronik dan Sidang Peradilan Semu

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) telah melaksanakan kegiatan Diskusi Telaah Yuridis Alat Bukti Elektronik dan Sidang Peradilan Semu yang dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 September 2021 bertempat di Pendopo STPN. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua STPN, Dosen STPN, Kantor Pertanahan dan alumni STPN se Indonesia (secara daring), dan taruna Diploma IV Pertanahan. Dalam kegiatan ini dilakukan dua sesi di sesi pertama dengan Diskusi Telaah Yuridis Alat Bukti Elektronik yang diikuti Taruna Diploma IV Pertanahan Tingkat I dan Tingkat II dan sesi kedua Sidang Peradilan Semu yang diikuti oleh Taruna Diploma IV Pertanahan Tingkat II, dengan jumlah partisipasi lebih dari 300. Narasumber dari kegiatan diskusi yang membahas tentang alat bukti elektronik ini adalah Andi Kadandio Alepuddin, A.Ptnh., M.Si, Kepala kantor Pertanahan Kota Bandung dan Dr. Eko Yulianto, S.H., M.H, Hakim PTUN DKI Jakarta.

Tujuan yang ingin dicapai dengan kegiatan ini adalah untuk mengkaji apakah informasi elektronik dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam pemerikasan perkara di pengadilan dan bagaimana cara melakukan pembuktian dengan menerangkan suatu fakta yang terjadi dengan menggunakan informasi elektronik tersebut dan memperagakan bagaimana penaganan Kasus Perkara Pertanahan ditangani oleh Kementerian ATR/BPN.

Dalam sambutannya, Ketua STPN Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. menyampaikan “Untuk menuju layanan elektronik, para taruna/taruna harus ambil bagian dan memerankan peran sangat penting, untuk apa? Untuk mempersiapkan suatu saat saudara akan menghadapi tugas ini. Dalam rangka memodernisasi baik instansi pemerintah maupun swasta, semua memanfaatkan pelayan secara digital oleh sebab itu kita harus bergerak cepat menyiapkan diri untuk siap melakukan tugas ini dalam penyelesaian kasus pertanahan , ikuti acara ini dengan baik.”   Untuk memberikan gambaran kepada para Taruna tentang penyelesaian kasus Perkara Pertanahan, pada kesempatan ini STPN juga melakukan Praktek Peradilan Semu baik penanganan Kasu Perkara di PTUN maupun di Pengadilan Negeri.

Sarjita, S.H., M.Hum. selaku moderator diskusi yang didampingi oleh Yohanes Supama, S.H., M.Hum. menambahkan, “ semoga bermanfaat apa yang telah disampaikan kedua narasumber dan tentunya menambah pengetahuan dalam melaksanakan tugas dan funsginya membangun NKRI kedepan.”

Closing statement dari kedua narasumber Andi Kadandio Alepuddin, A.Ptnh., M.Si “ terus mengilhami tatanan kementerian ATR/BPN dengan ilmu pengetahuannya, harus bermanfaat, harus berkontribusi terutama dilingkungan ATR/BPN.”

Dr. Eko Yulianti, S.H., M.H “ Dengan perkembangan informasi teknologi saat ini, jangan sampai kita  hanya sekedar ikut-ikutan alih media, usahakan produk-produk yang dikeluar itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.  Elektronikisasi harus diantisipasi supaya tidak merepotkan masyarakat tetapi tujuannya melayani masyarakat.”

Kegiatan peradilan semu ini diadakan sebagai media belajar melalui praktik sebelum para taruna/taruni nantinya kembali ke kantor pertanahan dan ditunjuk sebagai saksi ahli. Kegiatan praktik peradilan semu ini disetting dengan sedemikian rupa, terdiri dari tiga Hakim, dua Rohaniawan,  dua Pantera,  empat pengugat, dan empat tergugat kuasa dengan tiga saksi fakta serta dua orang saksi ahli. Harapannya dengan kegiatan simulasi ini, taruna mampu mengantisipasi ketika dihadapkan dengan suatu masalah konflik pertanahan yang dibawa ke ranah pengadilan.

 

Leave a Reply