The 1st International Conference on Land and Spatial Planning

Kamis 16 November 2017 bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta (STPN) telah dilaksanakan seminar internasional (The 1st International Conference on Land and Spatial Planning ). Seminar dibuka oleh Bapak J.P. Tamtomo Tenaga Ahli Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional selaku wakil Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Seminar dihadiri oleh Kano Junkichi ahli kebijakan perkotaan dari JICA Jepang, Dr. Ir. Terry van Dijk ahli perencanaan dan desain dari Universitas Groningen Belanda, Yayat Supriyatna ahli penataan ruang dari Universitas Trisakti. Pelaksanaan seminar dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 16.00.

Masalah pertanahan dan tata ruang semakin komplek di tanah air, kota-kota besar kumuh dengan melonjaknya penduduk tanpa diimbangi dengan penataan permukiman yang baik, serta kawasan rawan bencana yang belum juga mendapat solusi yang tepat. Hal ini menjadi isu yang diangkat dalam The 1st International Conference on Land and Spatial Planning.

Seminar ini adalah seminar internasional yang pertama yang diorientasikan untuk mendorong kebijakan konsolidasi tanah yang saat ini belum menjadi prioritas. Padahal kebijakan ini berisi solusi menyelesaikan masalah kumuh di perkotaan dan daerah rawan bencana.

Yayat Supriyatna ahli penataan ruang dari Universitas Trisakti menyatakan negara tetangga Malaysia telah lebih dahulu menerapkan program konsolidasi tanah menjadi program pelestarian lahan dan terintegrasi dengan pembangunan lainnya. Undang-Undang Konsolidasi Tanah Perkotaan dituangkan secara individual dalam Undang-Undang Perencanaan Kota dan Negara Bagian sejak 1976.

Leave a Reply