0274-587239
stpn@stpn.ac.id
Top

Wisuda Program Studi Diploma IV Pertanahan dan Program Diploma I Pengukuran Dan Pemetaan Kadastral Tahun Akademik 2022/2023 Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional menggelar wisuda Program Studi Diploma IV Pertanahan dan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Tahun Akademik 2022/2023 pada hari Jumat, 8 September 2023 di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN. Acara wisuda dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto S.I.P, Ketua STPN Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S., Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. Beny Suharsono, M.Si., Senat STPN, pejabat tinggi madya dan pejabat tinggi pratama Kementerian ATR/BPN, dan mitra kerja sama STPN.

Rangkaian acara wisuda diawali dengan pembukaan Sidang Terbuka Senat STPN dan dilanjutkan laporan oleh Ketua STPN. Senthot Sudirman melaporkan bahwa sejak didirikan pada tahun 1993, acara wisuda kali ini merupakan wisuda Program Studi Diploma IV Pertanahan yang ke-33 dan Wisuda Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral yang ke-27. Jumlah wisudawan pada saat ini sebanyak 707 yang terdiri dari lulusan Program Studi Diploma IV Pertanahan sebanyak 183 orang dan Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral sebanyak 524 orang.

Dari 524 wisudawan Program Studi D I PPK, sebanyak 81 orang memperoleh predikat “Terpuji” dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Sdr. Bagus Supriyanto asal Provinsi Jawa Timur dengan IPK 3,95 (Dengan Pujian). Wisudawan Program Studi D IV Pertanahan dengan jumlah 183 orang terdiri dari wisudawan yang berpredikat “Dengan Pujian” berjumlah 93 taruna, “Sangat Memuaskan” berjumlah 74 taruna, dan 4 taruna dengan predikat “Memuaskan”. IPK tertinggi diraih oleh Sdri. Melyna Ariska Sari asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan IPK 3,85 dari jalur reguler dan dari jalur kerja sama atas nama Leonard Yuda asal Provinsi Bangka Belitung dengan IPK 3,55.

 

Pada kesempatan ini Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Dengan perkiraan jumlah penduduk usia produktif sebanyak 68,3 juta, hal ini dapat menjadi peluang atau bencana tergantung bagaimana cara menghadapi dan mengelolanya. Ada tiga hal pokok yang harus menjadi acuan untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 yaitu stabilitas bangsa harus terjaga, keberlanjutan dan kesinambungan dalam kepemimpinan, dan kualitas sumber daya manusia. Untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, STPN mempunyai peran penting dalam mewujudkan kualitas lulusan yang memiliki kompetensi intelektual, profesional, berwawasan kebangsaan, dan berkarakter.

Menutup sambutannya, beliau berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi alumni yang berkarakter, mempunyai etos kerja tinggi, dan memiliki keberpihakan pada lapisan masyarakat luas.